Kisah sejarah ayat 1000 seribu dinar

https://1.bp.blogspot.com/-BDJSjcSkwKk/X4qaPv3sGAI/AAAAAAAADXo/B8kohjHQUrcRqkGuk8V3poM4vspwX-VOwCLcBGAsYHQ/s72-c/images%2B%25283%2529.jpeg click to zoom
Ditambahkan Oktober 17, 2020
Kategori Artikel
Harga   @ Kisah sejarah Ayat Seribu Dinar Terlepas perbedaan pendapat tentang bagaimana hukumnya mengamalkan ayat seribu dinar ini maka populerrny...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Kisah sejarah ayat 1000 seribu dinar

 

@




Kisah sejarah Ayat Seribu Dinar

Terlepas perbedaan pendapat tentang bagaimana hukumnya mengamalkan ayat seribu dinar ini maka populerrnya ayat 1000 dinar dan fadhilahnya ini tentu tidak muncul begitu saja. Ada sebuah kisah yang melatarbelakanginya. Dari kisah tersebutlah kini ayat 2 dan 3 surat At-Thalaq ini diamalkan banyak orang.


Sejarah ayat 1000 dinar datang dari seorang pedagang yang bermimpi bertemu Nabi Khidir. Mimpi tersebut terus mendatanginya hingga 3 kali dengan maksud yang sama yakni Nabi Khidir mengajarkannya  untuk bersedekah sebanyak 1000 dinar.


Dengan tiga mimpi yang sama tersebut, akhirnya pedagang ini melaksanakan amanah yang dijumpainya dalam mimpi. Setelah itu, si pedagang kembali bermimpi bertemu dengan Nabi Khidir dan Beliau mengajarkan pedagang itu untuk mengamalkan Q.S. At-Thalaq ayat 1-2 yang berbunyi seperti dibawah ini.



Pedagang mengikuti ajaran tersebut. Kemudian, suatu hari dia pergi berdagang ke suatu tempat menaiki perahu. Sayangnya, ada musibah angin topan yang menimpa perahunya dan seluruh penumpang meninggal kecuali pedagang tersebut yang terdampar di sebuah pesisir pantai.


Tak hanya sekedar selamat, barang dagangannya pun tidak ada yang rusak sedikitpun. Si pedagang terus melanjutkan hidupnya di negeri yang baru dengan berdagang sekaligus terus mengamalkan ayat 1000 dinar tersebut. Hingga akhirnya suatu hari dia diangkat sebagai raja .


Inilah yang disebut sebagai rezeki tidak disangka-sangka. Dari sini pula, akhirnya ayat yang diajarkan Nabi Khidir ini di anggap ampuh dan diamalkan sampai sekarang.



Komentar