Istighfar solusi setiap masalah apapun masalahnya istighfar solusinya

https://1.bp.blogspot.com/-pJEo4dFjyiE/X64xiDlkVNI/AAAAAAAADak/8bsKRyYx0fA94Sv8ehxr-_-VynacwZAOwCLcBGAsYHQ/s72-c/Screenshot_20201113-140715.png click to zoom
Ditambahkan November 12, 2020
Kategori Artikel
Harga  @Apapun masalahnya... Istighfar solusinya... Jadikan istighfar sbg solusi setiap keinginan... Dizaman yang seperti sekarang ini terkadang b...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Istighfar solusi setiap masalah apapun masalahnya istighfar solusinya


 @Apapun masalahnya...

Istighfar solusinya...

Jadikan istighfar sbg solusi setiap keinginan...


Dizaman yang seperti sekarang ini terkadang banyak orang yang dilanda berbagai permasalahan hidup dan tekanan bathin. Banyak pula orang yang melakukan tindakan yang tidak jarang bertentangan dengan syariat demi keluar dari jerat masalah kehidupannya. Padahal, Alquranul Karim telah memberitahukan kepada umat Muslim bahwasannya ketika seseorang beristighfar, maka Allah SWT pasti akan merahmatinya dengan banyak kebaikan dan membebaskannya dari berbagai masalah.


Diriwayatkan dalam tafsir Qurtubi bahwa pada suatu ketika Hasan al Bisri/Basri radliyallaahu 'anhu sedang duduk-duduk bersama Ibn Sabih (muridnya). Kemudian seseorang datang dan berkata “Wahai tuan, aku sering sekali berdosa, beritahukanlah padaku sebuah amalan untuk menghapuskan dosa-dosaku.” Hasan Basri menjawab “Perbanyaknya istighfar.”


Kemudian datang seseorang kepadanya dan berkata “Tuan, sudah berhari-hari hujan berhenti. Katakan padaku sebuah amalan agar Allah menurunkan hujan.” Hasan menjawab “Lakukanlah istighfar.”


Orang lainnya datang dan berkata “Aku terlilit hutang meskipun aku bekerja. Tolong doakan agar Allah memberiku harta sehingga aku bisa melunasi utang-utangku.” Lalu Hasan menjawab “Banyaklah beristighfar.”


Orang lain menghampirinya dan berkata “Harapanku adalah agar Allah memberiku anak. Kumohon berdoalah agar Allah memberiku anak-anak yang shalih.” Hasan kembali menjawab “Banyaklah beristighfar.”


Lalu yang lain datang dan berkata “Aku punya sebuah kebun buah. Do’akan aku agar buahnya banyak sehingga keuntunganku dari hasil berdagang buah-buahan lebih banyak.” Dia berucap “Banyaklah beristighfar.”


Seseorang kemudian datang dan berkata “Jika aku mendapatkan sumber air di rumahku, aku akan sangat senang.” Hasan kemudian berujar “Lakukanlah istighfar.”


Muridnya (Ibn Sabih), yang duduk di dekatnya, terheran-heran sambil berpikir “Kenapa guruku memberikan jawaban yang sama, menyuruh beristighfar kepada siapapun yang datang padanya?”


Karena rasa penasarannya, muridnya pun bertanya “Kenapa Anda memberikan jawaban yang sama atas semua permasalahan yang dimiliki orang-orang?”


Lalu Hasan Al Bisri menjawab pertanyaan itu dengan membacakan sebuah ayat yang Allah firmankan dalam kitab-Nya yaitu surah Nuh ayat 10-12.

“Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan pada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Dan Dia akan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan yang berlimpah kepadamu. Dan akan menolongmu dengan kekayaan dan anak-anak laki-laki, dan akan memerintahkan taman-taman agar tumbuh untukmu, dan membuat sungai-sungai mengalir untukmu.” (QS. Nuh: 10-12)


Dalam ayat yang indah ini ada begitu banyak manfaat dari istighfar. Inilah solusi bagi siapa saja yang tengah berada dalam tekanan. Para wanita bersedih karena anak-anaknya tidak shalih. Para pria atau pasangan suami istri (pasutri) tertekan karena tidak punya anak. Orang lain terbebani karena punya banyak utang. Yang lain bermuram durja karena terlalu banyak dosa. Sebagian orang mau lebih banyak berkah dalam bisnis mereka.


Jika kita mulai melakukan istighfar secara konsisten, semua permasalahan kita akan selesai. Dengan istighfar, insya Allah. Kita tidak perlu pergi minta bantuan pada dukun atau memakai jimat. Justru hal itu adalah dosa terbesar karena kita menyekutukan Allah. Solusi atas segala permasalahan kita sudah diberikan oleh Allah melalui ayat Alquran di atas yakni: istighfar!


Berikut ini kisah tentang keajaiban istighfar yaitu seorang laki laki penjual dan pembuat roti doanya selalu dikabulkan oleh Allah ( اَللّهُ ) Subhaanahu Wa Ta'alaa karena mempunyai amalan istimewanya yaitu selalu beristighfar setiap waktu setiap saat.


Berikut ini kisahnya,

Imam Ahmad bin Hanbal, ulama besar pendiri mazhab Hanbali (madzab Hambali) (murid Imam Syafi'i) punya kisah menarik bertemu dengan seorang penjual (tukang) roti yang merindukannya. Di masa akhir hidup beliau bercerita, "Suatu ketika (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tahu kenapa ingin sekali menuju ke salah satu kota di Irak (Bashrah).


Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada hajat. Akhirnya Imam kelahiran Baghdad tahun164 Hijriyah itu berangkat menuju Bashrah. Dalam manaqibnya, beliau bercerita, "Pas tiba di sana waktu Isya', saya ikut salat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya pingin istirahat".


Begitu selesai salat dan jamaah bubar, Imam Ahmad pingin tidur di masjid, tiba-tiba Marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya "Kenapa syeikh, mau ngapain di sini?". Untuk diketahui, kata Syekih biasanya dipakai untuk 3 panggilan, bisa untuk orang tua, orang kaya ataupun orang alim (berilmu).


Dalam kisah ini, panggilan Syeikh adalah panggilan sebagai orang tua, karena sang marbot tidak mengenal Imam Ahmad, dia melihat beliau hanya sebagai sebagai orang tua yang layak dihormati.

Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya. Sosok Imam Ahmad di Irak sangat populer, semua orang kenal beliau, seorang ulama zuhud ahli hadis dan hapal sejuta hadis. Pada masa itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.


Kata Imam Ahmad: "Saya ingin istirahat, saya musafir". Sang marbot menanggapi, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid".


Imam Ahmad bercerita, "Saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikunci pintu masjid. Lalu saya pingin tidur di teras masjid."


Ketika sudah berbaring di teras masjid, marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Mau ngapain lagi syeikh?" Kata marbot. "Mau tidur, saya musafir," kata imam Ahmad. Lalu marbot berkata, "Di dalam masjid gak boleh, di teras masjid juga gak boleh". Imam Ahmad pun diusir.


Di samping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat dan menjual jual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian Imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot masjid.


Ketika Imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh: "Mari syeikh, anda boleh menginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil". Kata imam Ahmad "baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk di belakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tidak memperkenalkan siapakah dirinya, hanya bilang sebagai musafir).


Penjual roti ini punya perilaku unik, jika Imam Ahmad mengajak ngomong, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, "Astaghfirullah". Ketika maruh garam Astaghfirullah, mecahin telur Astaghfirullah, campur gandum Astaghfirullah. Tukang roti ini selalu mendawamkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia. Kebiasaan itu pun menarik perhatian Imam Ahmad.


Lalu Imam Ahmad bertanya: "Sudah berapa lama kamu lakukan ini?". Orang itu menjawab: "Sudah lama sekali syeikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan".


Imam Ahmad bertanya "Ma tsamarotu fi'luk?" "apa hasil dari perbuatanmu ini?". Tukang roti itu menjawab "(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah. Semua yang saya minta ya Allah, langsung diterima".


Lalu orang itu melanjutkan: "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kasih". Imam Ahmad penasaran dan bertanya: "Apa itu". Kata orang itu "saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad".


Mendengar itu, seketika itu Imam Ahmad langsung bertakbir: "Allahu Akbar". Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan ternyata berkat istighfarmu".


Penjual roti itu pun terperanjat seraya memuji kebesaran Allah. Dia tak menyangka kalau orangtua yang diajaknya menginap di tempatnya adalah seorang ulama besar yang dirindukannya.


Demikian kisah Imam Ahmad bin Hanbal dan istighfar tukang roti yang penuh hikmah. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Barangsiapa yang menjaga (mendawamkan) istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya".




Komentar